BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini tengah menjalankan proyek transportasi publik massal, yakni Bus Rapid Transit (BRT).
Proyek ini dirancang secara aglomerasi untuk menghubungkan lima kota kabupaten di wilayah Cekungan Bandung, yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang.Dari akun Instagram Dinas Perhubungan Jawa Barat, BRT akan mengoperasikan sebanyak 579 unit bus dengan 780 titik perhentian bus yang tersebar, baik di dalam maupun di luar koridor utama untuk kemudahan aksesibilitas.BRT ini didukung oleh infrastruktur dan skala operasional yang signifikan seperti 21,7 km Koridor Jalur Khusus (Dedicated Lane) untuk menjamin kelancaran bus tanpa terhambat kemacetan lalu lintas umum serta 27 Rute Feeder alias pengumpan sebagai pendukung untuk menghubungkan permukiman warga ke koridor utama BRT.
Selain itu, dalam operasionalnya, BRT akan menggunakan enam depo sebagai fasilitas perawatan dan operasional armada.
Beberapa depo yang digunakan di Kota Bandung contohnya adalah Terminal Cicaheum dan Leuwi Panjang.
Baca juga: Angkot Pintar di Bandung Bakal Diprioritaskan Jadi Feeder BRT






