Jakarta - PT MRT Jakarta (Perseroda) menyampaikan progres proyek perluasan jaringan MRT, mulai dari koridor Timur-Barat. Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Weni Maulina menjelaskan pembangunan koridor Timur-Barat, termasuk ruas Cikarang-Balaraja, saat ini masih tahap pengadaan kontraktor.Proyek tersebut merupakan kerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA), sebagai pemberi pinjaman."Untuk kegiatan pembangunan koridor Timur-Barat, saat ini memang masih dalam tahap kita mengadakan kontraktornya karena ini merupakan kerja sama dengan lender JICA dari Jepang, jadi saat ini sedang mengadakan kontraktor dari Jepang," ujar Weni saat ditemui di proyek Stasiun Monas, Rabu (22/7/2026).
Perpanjangan jalur dari Jakarta hingga ke Bekasi dan Tangerang sudah termuat dalam rencana MRT lintas Timur-Barat. Rencana pembangunan ini masuk dalam daftar proyek strategis nasional (PSN) berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025.Koridor MRT Timur-Barat direncanakan membentang dari Balaraja di sisi barat hingga Cikarang di sisi timur dengan panjang jalur sekitar 84 kilometer. Sepanjang lintasan tersebut akan dibangun sebanyak 48 stasiun dan tiga depo untuk mendukung operasional layanan.Berdasarkan kajian awal, jalur MRT Timur-Barat diproyeksikan mampu melayani sekitar 600.000 penumpang setiap hari setelah beroperasi. Dengan perluasan jalur, diharapkan lebih banyak masyarakat yang menggunakan transportasi umum.








