Jakarta -

Pertamina Patra Niaga menerapkan strategi pembinaan bagi UMKM dengan menekankan penguatan nilai jual produk melalui storytelling atau narasi di balik produk. Strategi ini dinilai dapat meningkatkan daya saing UMKM di pasar nasional maupun internasional.VP Community Involvement & Development Pertamina Patra Niaga Dian Hapsari Firasati mengatakan, konsumen kini tidak hanya melihat kualitas produk, tetapi juga cerita dan nilai emosional yang menyertainya. Karena itu, pelaku UMKM binaan didorong membangun narasi yang kuat untuk produknya."Paat ini kami memfokuskan pelaku usaha untuk membangun storytelling yang kuat. Produk fesyen atau makanan mungkin terlihat mirip di pasar, namun narasi di dalamnya yang membuat mereka berbeda. Kami menyisipkan teks naratif pada produk karena konsumen dan pengunjung pameran sangat menyukai hal tersebut," ujar Dian dalam acara bincang-bincang bertajuk Empowering Local Brands di Indonesia Fashion Week (IFW) 2026, Minggu (2/8).

Salah satu UMKM yang menerapkan strategi tersebut adalah Narita Shibori. Dian menjelaskan, produk pakaian shibori dari UMKM itu memiliki nilai sosial karena detail sulamannya dikerjakan oleh anak-anak berkebutuhan khusus.Selain itu, ada UMKM Dara Baro asal Aceh yang menampilkan produk fesyen berbahan hasil upcycling kain batik, tenun, dan songket tradisional dalam ajang IFW 2026.Dian mengatakan, sebelum mengikuti pameran atau business matching, UMKM binaan terlebih dahulu melalui proses kurasi dan seleksi. Penilaian dilakukan terhadap legalitas usaha, kapasitas produksi, kualitas kemasan, hingga kemampuan pelaku usaha mempresentasikan produknya."Pastinya kami melakukan proses seleksi atau assessment. Jadi, pada saat kami mengajak UMKM binaan untuk ikut serta di dalam ajang-ajang seperti pameran, kemudian juga mungkin nanti ada business matching, mereka sudah siap," tutur Dian.Hingga saat ini, Pertamina Patra Niaga mencatat telah membina sekitar 66 ribu UMKM yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan, mulai dari terminal BBM, SPBU, hingga kilang."Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, termasuk Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus mengubah tantangan keterbatasan UMKM di daerah menjadi peluang pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," pungkas Dian.Sementara itu, VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan, program pembinaan UMKM tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi."Pertamina Patra Niaga ingin memberikan manfaat seluas-luasnya pada banyak pihak. Tak hanya menyediakan energi untuk publik, tapi kami juga ingin berpartisipasi pada peningkatan ekonomi bangsa lewat program pemberdayaan dan pembinaan UMKM di berbagai daerah, untuk mewujudkan masyarakat yang berdaya, mandiri dan tangguh," ungkap Kitty.