JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sekaligus Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan risiko eksternal terhadap perekonomian Indonesia masih meningkat di tengah eskalasi konflik geopolitik dan gejolak pasar keuangan global.Meski kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan domestik dinilai tetap terjaga sepanjang triwulan II 2026, KSSK menilai berbagai risiko global perlu terus diwaspadai agar tidak mengganggu momentum pertumbuhan ekonomi nasional."Dengan perkembangan tersebut, risiko eksternal terhadap stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan perlu terus diwaspadai untuk tetap menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang tinggi," kata Purbaya dalam konferensi pers KSSK di Kantor Lembaga Penjamin Simpanan, Jakarta Selatan, Senin (3/8/2026).

Baca juga: KSSK: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh Meski Konflik Global MemanasKonflik Timur Tengah Kembali Memanas

Menurut Purbaya, KSSK mencatat tekanan eksternal kembali meningkat seiring eskalasi konflik geopolitik, lonjakan harga energi, volatilitas pasar keuangan global, serta tekanan terhadap nilai tukar dan arus modal.Menurut Purbaya, ketidakpastian global meningkat akibat konflik di Timur Tengah yang mengganggu pasokan energi dunia, memicu kenaikan harga minyak dan komoditas strategis, serta meningkatkan risiko terhadap perdagangan dan rantai pasok global.