Penulis: Nik Martin/DW Indonesia

KOMPAS.com - Fenomena El Nino yang diperkirakan semakin kuat di Samudra Pasifik berpotensi memicu kekeringan dan banjir di sejumlah wilayah pertanian utama dunia.Awal Juli 2026, US National Oceanic & Atmospheric (NOAA) atau Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (AS) memperkirakan ada kemungkinan sebesar 63 persen bahwa pola cuaca yang tidak biasa ini bisa menjadi "sangat kuat" tahun ini.Sementara itu, perusahaan keuangan dan perbankan JP Morgan pekan lalu memperingatkan bahwa fenomena El Nino, ditambah dengan harga minyak 100 dollar AS (sekitar Rp 1,8 juta), dapat memicu lonjakan inflasi pangan hingga 1,5 persen.

Fenomena El Nino akan muncul di saat dua konflik besar berkecamuk di Ukraina dan Timur Tengah. Selama konflik tersebut berlangsung, pasokan pangan global masih bertahan dengan sangat baik.

Lantas, bisakah krisis ketiga ini membawa "badai sempurna" yang mengganggu keseimbangan tersebut?

Baca juga: Peringatan Ahli, El Nino Tahun Ini Bisa Picu Rekor Panas di Bumi