SEMARANG, KOMPAS.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap dugaan awal penyebab insiden keamanan pangan yang menimpa ratusan siswa SMK Negeri 6 Semarang setelah mengonsumsi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dugaan sementara mengarah pada sejumlah bahan makanan serta proses memasak yang dilakukan terlalu dini sebelum makanan didistribusikan.Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan Dinas Kesehatan.
Sudaryono menyampaikan keterangan tersebut setelah menjenguk korban dugaan insiden keamanan pangan di RS Permata Medika, RS Bhakti Tamtama, dan RS Pantiwilasa Citarum, Sabtu (1/8/2026).
Baca juga: Gaji Rp 2 Jutaan, Guru Honorer Jogja Minta Anggaran Pendidikan Tak Lagi Tergerus MBG
Kunjungan dilakukan menyusul laporan Dinas Kesehatan Kota Semarang yang mencatat 707 orang menjadi korban keracunan MBG pada Jumat (31/7/2026).











