KOMPAS.com - Sejumlah migran yang berenang atau melompati pagar perbatasan untuk masuk ke Ceuta, wilayah Spanyol di Afrika Utara, memilih kembali ke Maroko.
Padahal, mereka sebelumnya rela menempuh perjalanan berbahaya demi memasuki wilayah Spanyol dan berharap dapat memperoleh kehidupan yang lebih baik di Eropa.Berdasarkan laporan Reuters, Sabtu (1/8/2026), para migran mulai kembali ke Maroko pada Sabtu (1/8/2026).
Sebagian migran mengaku kelaparan, kelelahan, serta menghadapi permusuhan dari sejumlah penduduk setempat setelah tiba di Ceuta.
Kondisi tersebut membuat harapan mereka untuk mendapatkan kehidupan baru di Eropa pupus.
Baca juga: Sudah Berhasil Masuk Spanyol, Sekitar 48.300 Migran Justru Sukarela Pilih Pulang













