JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat dukungan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Selatan seiring meluasnya area terdampak yang mencapai hampir 1.000 hektar selama musim kemarau 2026.

Dukungan tersebut dilakukan melalui penyediaan sarana dan prasarana guna mempercepat penanganan kebakaran di lapangan secara terpadu dan berkelanjutan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan per 29 Juli 2026, tercatat sebanyak 381 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak mencapai 994,30 hektar.Selain itu, terdeteksi 2.141 hotspot (titik panas) yang tersebar di sejumlah wilayah, terutama Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, hingga kawasan perbatasan dengan Kota Banjarmasin yang didominasi lahan gambut dan semak belukar.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, Kementerian PU terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla dan kekeringan pada musim kemarau melalui penguatan koordinasi lintas sektor serta penyediaan infrastruktur pendukung yang dibutuhkan di lapangan.

Baca juga: Kementrans Jamin Tanah Transmigran Aman dari Tumpang Tindih Hutan