WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Kehadiran militer Amerika Serikat (AS) yang telah berlangsung lama di Kuwait dinilai gagal melindungi negara tersebut dari rentetan serangan Iran.

Laporan tersebut diwartakan pertama kali oleh The Wall Street Journal yang dipublikasikan pada Kamis (29/7/2026).Kondisi perang dengan Iran tersebut mengguncang rasa aman yang selama ini dirasakan Kuwait atas keberadaan pasukan AS.

Baca juga: Drone Iran Serbu Kuwait, Hantam Hangar Pesawat hingga Fasilitas Satelit AS

Dampaknya, Washington kini mempertimbangkan kembali skala kehadiran militernya di wilayah tersebut.

Sementara itu, Kuwait terus mengupayakan jaminan keamanan yang kuat dari AS.