TEHERAN, KOMPAS.com – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) meluncurkan gelombang serangan balasan ke-12 yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Kuwait pada Jumat (17/7/2026).
Aksi ini memperparah eskalasi konflik di kawasan Selat Hormuz, meskipun kedua belah pihak sempat menandatangani nota kesepahaman (MoU) damai bulan lalu.Berdasarkan laporan dari kantor berita semi-resmi Mehr, Pasukan Dirgantara IRGC mengeklaim bahwa serangan terbaru mereka berhasil memicu kebakaran hebat di dalam instalasi militer milik Washington tersebut.
Baca juga: AS Serang Iran 6 Malam Beruntun, Bandara dan Jembatan Jadi Target
Dalam pernyataan resminya, IRGC merinci sejumlah aset vital militer AS yang menjadi sasaran utama dalam gelombang serangan kali ini, sebagaimaan dilansir Yeni Safak.
Fasilitas yang berhasil ditargetkan yakni radar deteksi dan identifikasi pertahanan rudal, depot penyimpanan senjata, serta dua sistem peluncur roket artileri mobilitas tinggi (HIMARS) beserta rudal-rudal di dalamnya.











