KOMPAS.com - Komandan pasukan drone Ukraina, Robert "Madjar" Brovdi, mengeklaim bahwa satuan militer tak berawak yang dipimpinnya kini menjadi pemicu kerugian terbesar bagi tentara Rusia.
Pria berusia 50 tahun tersebut menuturkan bahwa pasukannya bertanggung jawab atas tewasnya satu dari setiap tiga prajurit Rusia di medan perang."Satu dari tiga tewas oleh pasukan saya," ujar Brovdi, sebagaimana dilansir Sweden Herald, Kamis (30/7/2026).
Baca juga: Perang Iran, Ukraina, dan El Nino Memicu Krisis Pangan Dunia
Dalam sebuah wawancara bersama jurnalis Irlandia, Caolan Robertson, komandan cabang Pasukan Drone (SBS/USF) ini menegaskan bahwa unitnya berfokus menyerang sasaran militer, seperti di sekitar wilayah Crimea yang diduduki Rusia.
"Kami belum menyentuh Jembatan Crimea, seperti yang Anda perhatikan," kata Brovdi.









