Penulis: Xenia Polska/DW Indonesia
MOSKWA, KOMPAS.com - "Saya pernah juga menerima perintah, tetapi tidak mematuhinya," ujar Igor Shchetko kepada Deutsche Welle. Mantan prajurit Pasukan Rudal Strategis Rusia itu bertanya-tanya mengapa orang lain tidak bisa melakukan hal serupa.Setelah dimulainya perang agresi Rusia terhadap Ukraina, ia membelot karena meyakini bahwa tidak bisa lolos dari wajib militer. Pada tahun 2021, setahun sebelum invasi besar-besaran ke Ukraina dimulai, Shchetko masih menandatangani kontrak untuk bertugas selama dua tahun.
Keputusannya juga dipicu oleh aksi bunuh diri seorang prajurit wajib militer di unitnya. Shchetko menemukan sendiri jenazah prajurit tersebut.
Baca juga: Pesawat Antonov Buatan Rusia Jatuh di India, Hancur Berkeping-keping
Setelah kejadian itu, ia ditempatkan di bagian psikiatri sebuah rumah sakit dan berusaha agar dipecat dari dinas militer dengan alasan kesehatan. Namun, alih-alih diberhentikan, ia justru diperintahkan untuk dipindahkan ke sebuah brigade penyerbu.








