Jakarta -
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengimbau pengelola kawasan industri untuk menjaga wilayah kerjanya tetap rimbun penuh dengan pepohonan. Menurutnya kondisi ini bisa menjadi pemasukan tambahan bagi para pengelola kawasan industri.Dalam konteks ini, Jumhur menjelaskan saat ini Indonesia sudah memiliki pasar perdagangan karbon. Melalui wadah ini, para pengelola kawasan industri bisa memanfaatkan ruang-ruang hijau menjadi sumber pendapatan tambahan dari proses jual-beli kredit karbon."Carbon market, saya rasa semua sudah tahu, termasuk di daerah industri. Itu juga keinginan-keinginan untuk me-reduce fosil misalnya, itu akan menjadi keuntungan bagi para pengusaha. Jadi ada upaya kegiatan ekonomi, kemudian akhirnya mendapatkan sesuatu, dan ekonomi tetap tumbuh," kata Jumhur dalam Business Forum dan Rakernas XXV HKI, Jakarta Pusat, Kamis (30/7/2026).
Dia mencontohkan jika kawasan industri memiliki total luas lahan 1.000 hektare, sementara luas lahan terpakai hanya sekitar 500 hektare, pengelola kawasan bisa menggunakan 500 hektare sisanya menjadi ruang hijau dengan menanam pohon-pohon yang memiliki kemampuan menyerap emisi karbon besar."Sebenarnya 500 hektar itu bisa ditanamin gitu lho. 500 hektar Anda tanam, kemudian tumbuh hijau, itu bisa puluhan miliar duit di situ dapat, sudah tumbuh. Nah itu yang saya bilang, pembangunan melalui perlindungan lingkungan," ujar Jumhur.Tak tanggung-tanggung, Jumhur mengatakan jika ruang hijau ini dipelihara dengan baik dan harga kredit karbon terus meningkat, katakan lah US$ 30-40 per ton karbon ekuivalen, maka dalam beberapa tahun ke depan satu kawasan industri bisa mendapatkan hingga puluhan juta dolar."Ada yang memelihara, ada yang nyiram. Setelah sekian tahun itu dia langsung bisa di-offset, dapat sekian juta CO2 ekuivalen yang bisa diserap, itu harganya kalau besok harganya US$ 30-40 (per ton karbon), kali saja bisa puluhan juta dolar itu," jelas Jumhur.Untuk itu, dia sangat berharap Kementerian LH bisa berkolaborasi lebih jauh dengan para pengelola kawasan industri di Indonesia. Menciptakan roda pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan."Jadi yang kayak gitu-gitu lebih terbuka lah kemungkinan kita untuk kolaborasi, dan saya menunggu, saya menunggu banget, jangan sampai berdebu gitu, gersang dan sebagainya. Saya rasa itu sudah kita mulai, memang di beberapa tempat kawasan industri ada yang tetap rimbun juga gitu," tegas Jumhur.






