TEHERAN, KOMPAS.com – Iran mengeklaim telah meningkatkan kemampuan drone bunuh diri (kamikaze) Hadid 110 dengan teknologi baru yang membuatnya terbang lebih cepat, lebih rendah, dan lebih sulit dideteksi radar.
Drone bertenaga mesin jet itu disebut telah digunakan untuk pertama kalinya dalam dua pekan terakhir dalam serangan yang diarahkan ke pangkalan militer dan kapal perang Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah.Laporan The Telegraph pada Selasa (28/7/2026) menyebut Hadid 110 versi terbaru menjadi salah satu senjata paling canggih yang dimiliki Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
Baca juga: Iran Tembakkan Serangan Kejutan, AS-Arab Saudi Langsung Membalas
Drone tersebut merupakan pengembangan dari Hadid 110 yang sebelumnya telah diperkenalkan kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, sebelum ia meninggal dunia pada awal pecahnya perang.
Lebih cepat dan sulit dideteksi






