Jakarta -

Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan proyek pembangunan jalur LRT Jakarta dari Velodrome hingga Manggarai akan rampung dan diresmikan pada Agustus 2026. Saat ini, Pemprov Jakarta juga tengah menyiapkan proyek perpanjangan jalur LRT hingga Dukuh Atas."Akan diresmikan pada bulan Agustus ini, nanti tanggalnya menyusul, LRT Pemerintah DKI Jakarta dari Kelapa Gading atau Pegangsaan Dua sampai dengan Manggarai," kata Pramono di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).Ia menjelaskan, jalur LRT Jakarta dari Kelapa Gading hingga Manggarai memiliki panjang sekitar 12,2 kilometer dengan total 11 stasiun. Dengan moda transportasi ini, waktu tempuh dari Kelapa Gading ke Manggarai hanya sekitar 28 menit.

Selanjutnya, proyek transportasi massal tersebut akan diperpanjang dari Manggarai hingga kawasan Dukuh Atas. Menurutnya, Pemprov Jakarta sudah menyiapkan anggaran pembangunan, meski belum merinci besaran investasi yang dibutuhkan."Pemerintah DKI Jakarta, dananya sudah dipersiapkan, langsung akan membangun LRT dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas," ujarnya.Bersamaan dengan itu, Pemprov Jakarta melalui PT MRT Jakarta juga mulai membangun pedestrian deck atau jembatan berbentuk cincin di kawasan Dukuh Atas. Ke depan, kawasan tersebut akan menjadi simpul integrasi enam moda transportasi.Keenam moda transportasi yang akan terhubung di titik tersebut adalah LRT Jabodebek, LRT Jakarta, MRT Jakarta, KRL Commuter Line, Transjakarta, dan Kereta Bandara."Pedestrian deck Dukuh Atas sekarang ini sudah kita mulai. Mudah-mudahan ini akan membuat konektivitas di Jakarta menjadi jauh semakin baik," tandas Pramono.Sebelumnya, PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) telah memulai rangkaian testing and commissioning (T&C) sistem perkeretaapian LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai. Salah satu tahap yang dilakukan adalah pengujian jalur lintasan sepanjang 3,6 kilometer yang menghubungkan Stasiun Velodrome dengan Stasiun Pramuka.Direktur Utama Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin mengatakan tahapan T&C dilakukan secara detail agar seluruh sistem siap digunakan. Proses tersebut mencakup pengujian sistematis dan terstruktur terhadap seluruh komponen dan subsistem sebelum operasional komersial dimulai, mulai dari jalur, persinyalan, kelistrikan, komunikasi, hingga integrasi operasional."Setiap meter pada jalur layang LRT Jakarta Fase 1B adalah tanggung jawab kami kepada masyarakat DKI Jakarta yang akan mengandalkan LRT setiap harinya. Maka itu, tahapan T&C ini harus dipersiapkan sangat matang," kata Iwan dalam keterangan tertulis, Rabu (20/5).