Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) membuka peluang ke depannya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) bisa mengembangkan berbagai unit usaha, salah satunya desa wisata atau desa tematik. Pasalnya kata Zulhas, desa memiliki potensi yang cukup besar untuk bisa dikembangkan.Namun, Zulhas menegaskan pengembangan usaha tersebut baru dapat dilakukan setelah Kopdes Merah Putih mampu menjalankan fungsi utamanya sebagai infrastruktur pemerintah dalam penyaluran program bantuan, bahan subsidi dan sebagai offtaker."Nanti dilihat perkembangannya. Kalau koperasinya sudah bagus, di desa itu ada potensi berbagai hal, bisa saja koperasi mengembangkan ada desa wisata, ada desa tematik, ada macam-macam ya. Tetapi yang paling mendasar tadi infrastruktur dan sebagai offtaker," ujar Zulhas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Zulhas juga menepis anggapan bahwa Kopdes Merah Putih bakal sama seperti supermarket. Ia mengatakan Kopdes Merah Putih adalah infrastruktur pemerintah untuk penyediaan barang subsidi kepada masyarakat yang membutuhkan."Koperasi ini bukan supermarket. Karena di benaknya teman-teman dulu itu, koperasi itu supermarket. Jadi sekali lagi, koperasi ini adalah infrastruktur pemerintah untuk nanti menyalurkan barang-barang subsidi ya, dan barang-barang bantuan pemerintah. Dia sebagai infrastruktur," katanya.Zulhas menambahkan, Kopdes Merah Putih juga akan berfungsi sebagai offtaker hasil pertanian, khususnya komoditas prioritas pemerintah seperti gabah."Kalau di daerah itu gabahnya ditetapkan pemerintah Rp 6.500, ternyata harganya tengkulak membeli Rp 5.000, maka koperasi bisa membeli dengan Rp 6.500 kerja sama dengan Bulog ya. Jadi dua itu, tentu yang paling mendasar itu dulu yang akan dijalankan," katanya.Lebih lanjut, Zulhas bilang saat ini pemerintah juga tengah menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur operasional Kopdes Merah Putih. Ia menargetkan aturan tersebut selesai pada Minggu depan."Ada satu lagi yang akan kami selesaikan yaitu Perpres, mudah-mudahan minggu depan selesai tata kelolanya agar semua bisa punya apa namanya pegangan yang sama," pungkasnya.