Jakarta -
Perdana Menteri (PM) Irak Ali al-Zaidi memerintahkan penyelidikan atas serangan drone terhadap Arab Saudi yang diluncurkan dari wilayah Irak. Dia berjanji akan mengambil tindakan hukum terhadap siapa pun yang terbukti bertanggung jawab.Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor al-Zaidi, otoritas Irak mengatakan sedang memeriksa bukti dan informasi yang diberikan oleh Arab Saudi, dan akan menuntut siapa pun yang terbukti terlibat dalam serangan tersebut sesuai dengan temuan penyelidikan.Pemerintah Irak menegaskan kembali komitmennya untuk mencegah wilayahnya digunakan sebagai jalur atau titik peluncuran untuk serangan terhadap negara-negara tetangga atau negara sahabat.
"Pemerintah sedang memeriksa bukti dan informasi yang tersedia dan akan mengambil tindakan hukum terhadap siapa pun yang terbukti terlibat dalam tindakan tersebut," demikian pernyataan itu, dilansir media Al Arabiya, Selasa (28/7/2026). Pemerintah Irak mengatakan hubungan mereka dengan Arab Saudi "sangat erat dan bersaudara," dan menekankan bahwa mereka tidak akan membiarkan upaya apa pun untuk merusak hubungan tersebut.Sebelumnya pada hari Senin (27/7), Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengatakan Kerajaan telah mencegat drone-drone yang diluncurkan dari wilayah Irak. Saudi mengaitkan serangan drone itu dengan para milisi di Irak yang didukung Iran.













