Teheran -
Ranjau laut di Selat Hormuz memakan korban. Kapal tanker yang hendak melintas meledak usai menghantam ranjau laut.Dilansir Anadolu Agency, Senin (27/7/2026), satu unit kapal tanker meledak saat melintasi jalur pelayaran vital bagi minyak dan gas dunia itu. Media lokal Iran, Mehr News Agency, dan situs berita Defapress melaporkan kapal tanker itu menghantam ranjau laut usai berlayar menyimpang dari jalur navigasi yang ditetapkan Iran pada Minggu (26/7).Namun, tak ada penjelasan detail nama kapal tanker dan asal negaranya. Belum ada informasi soal korban jiwa akibat peristiwa itu.
Iran sendiri telah memperingatkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz hanya diizinkan melalui jalur yang telah ditetapkan Iran. Selat Hormuz telah menjadi salah satu pusat ketegangan antara Iran dan AS. Washington melancarkan rentetan serangan terhadap Teheran. Iran kemudian membalas dengan menargetkan fasilitas militer AS yang ada di negara-negara Teluk.
Presiden AS Donald Trump, pada 8 Juli lalu, menyatakan bahwa nota kesepahaman (MoU) dengan Iran telah berakhir dan menuduh Teheran melanggar kesepakatan gencatan senjata. Kedua negara kemudian kembali saling menyerang dan saling memperebutkan kendali atas Selat Hormuz.AS menuntut kebebasan navigasi tanpa hambatan di jalur perairan strategis tersebut. Sedangkan Iran bersikeras agar kapal-kapal melintasi jalur di dekat garis pantainya di bawah mekanisme navigasi yang mereka kelola sendiri.Setidaknya, AS telah meluncurkan serangan selama 13 hari berturut-turut ke Iran. AS kemudian menghentikan serangannya, setidaknya selama 2 hari terakhir.Berdasarkan laporan The New York Times dan Axios, Presiden AS Donald Trump telah memutuskan untuk menunda rencana menyerang Iran. The Times, mengutip pejabat pemerintahan Trump, mengatakan keputusan Trump tersebut diambil di tengah kekhawatiran peningkatan perang dapat secara berbahaya menguras persediaan pencegat rudal Patriot dan amunisi pertahanan udara lainnya di Timur Tengah yang sudah menipis.






