BEKASI, KOMPAS.com — Bekasi sebagai kawasan penyangga Jakarta kembali mencatatkan sejarah baru dalam penataan ruang berbasis transportasi publik.

Hal ini menyusul peresmian peletakan batu pertama atau groundbreaking Transit-Oriented Development (TOD) Summarecon Stasiun Bekasi Ekstensi oleh Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pengembangan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Jumat (24/7/2026).

AHY mengatakan, konsep pengembangan TOD merupakan solusi atas masalah tata ruang perkotaan, di mana pada 2045 mendatang diproyeksikan 72,9 persen populasi akan hidup di kota.Baca juga: AHY Resmikan TOD Summarecon Stasiun Bekasi Ekstensi

TOD juga menjadi konsep yang menjawab bagaimana integrasi hunian, pusat komersial, dan jaringan transportasi massal mampu meretas persoalan kemacetan kronis dan akan direplikasi di kota-kota lainnya seluruh Indonesia.

AHY menjelaskan, pengembangan infrastruktur ini menggabungkan akses langsung menuju stasiun KRL Bekasi, LRT Jabodebek, jaringan bus pengumpan, serta jalur pedestrian terintegrasi.