TEHERAN, KOMPAS.com - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Jumat (24/7/2026) memperingatkan warga sipil di negara-negara yang menjadi basis pasukan Amerika Serikat (AS) agar menjauh sedikitnya 500 meter dari bangunan yang mereka klaim digunakan sebagai lokasi persembunyian tentara AS.
Menurut IRGC, bangunan tersebut berpotensi menjadi sasaran serangan jika Washington terus melanjutkan operasi militernya terhadap Iran.Dalam pernyataannya, IRGC mengeklaim banyak perwira dan personel militer AS telah meninggalkan pangkalan mereka karena khawatir menjadi sasaran serangan Iran. Mereka disebut berpindah ke gedung-gedung di kawasan perkotaan untuk mengarahkan operasi militer.
Baca juga: Mossad Bongkar Dugaan Penyusupan Iran ke Israel, Sebut Pejabat Senior Jadi Target
"Kami memperingatkan masyarakat umum di negara-negara tempat tentara Amerika ditempatkan agar segera menjauh setidaknya 500 meter dari lokasi tempat tentara Amerika bersembunyi demi keselamatan mereka," demikian pernyataan IRGC yang dikutip Turkiye Today.
IRGC juga meminta warga di negara-negara tersebut melaporkan lokasi baru yang menjadi keberadaan pasukan AS melalui kanal resmi Telegram maupun situs web organisasi tersebut.














