TOKYO, KOMPAS.com - Jepang menyiapkan lima jalur laut alternatif di Indonesia dan Filipina untuk memperkuat ketahanan rantai pasok di tengah risiko gangguan pelayaran akibat konflik geopolitik.

Tokyo akan mendanai pemetaan rinci sejumlah selat agar kapal dagang memiliki rute alternatif yang aman jika jalur utama terganggu, terutama setelah krisis di Selat Hormuz.Kementerian Luar Negeri Jepang, seperti dikutip Yomiuri, menyatakan bahwa proyek tersebut akan dikerjakan bersama Indonesia dan Filipina.

Baca juga: Kisah Wali Kota di Jepang Pertama yang Ambil Cuti Melahirkan, Tuai Pro dan Kontra

Tujuannya adalah menyediakan peta navigasi terbaru yang memuat informasi kedalaman laut, potensi bahaya, serta alat bantu navigasi sehingga kapal lebih percaya diri menggunakan jalur alternatif apabila harus menghindari Selat Malaka dan Laut China Selatan setelah melewati Selat Hormuz.

Tokyo menilai jalur pelayaran yang menopang perekonomian Jepang semakin rentan terhadap ketegangan geopolitik.