TEHERAN, KOMPAS.com - Sejak akhir Juni, sekitar 20 kapal tanker Iran mulai berdatangan di perairan lepas pantai timur Malaysia, dengan lambung kapal yang sarat dengan minyak.

Sekitar 10 hari sebelumnya, Amerika Serikat (AS) telah mencabut blokade terhadap kapal-kapal Iran, seiring penandatanganan nota kesepakatan kedua pihak.Iran kemudian memanfaatkan periode sekitar satu bulan antara pertengahan Juni dan pertengahan Juli itu untuk mengirimkan sekitar 70 juta barrel minyak senilai total 6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 107,6 triliun, menurut perkiraan independen dari United Against Nuclear Iran, sebuah kelompok advokasi yang berbasis di AS dan analis minyak, dikutip dari The Wall Street Journal, Sabtu (18/7/2026).

Sayangnya, Iran tak lagi bisa "bernapas" lega usai ketegangan kembali memuncak dan AS kembali memberlakukan blokade.

Baca juga: Balas Kematian 2 Tentaranya, AS Kembali Gempur Iran

Strategi lama Iran