PADANG, KOMPAS.com — Sejak pagi, Rahmi (20) tak henti menatap pintu keluar Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Sabtu (18/7/2026). Di sampingnya, sang ibu, Desmawarni (40), beberapa kali berdiri lalu kembali duduk.

Keduanya menunggu satu orang yang diyakini dapat mengubah masa depan Rahmi yakni Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Mereka bukan peserta Musyawarah Wilayah (Muswil) VII Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumatera Barat. Mereka juga bukan tamu undangan.Baca juga: Kunjungi Padang, Dedi Mulyadi Pilih Naik Taksi Dibanding Mobil Dinas

Mereka datang membawa harapan agar Rahmi bisa kembali kuliah setelah terpaksa berhenti karena keluarganya tak lagi mampu membayar biaya pendidikan.

"Tau KDM (Kang Dedi Mulyadi) datang dari Pak Putra, dosen saya. Saya mau minta bantuan biaya kuliah," kata Rahmi kepada Kompas.com.