JAKARTA, KOMPAS.com - Dana pensiun pegawai negeri Malaysia, Retirement Fund Inc (KWAP), menjadi salah satu korban dugaan penipuan yang melibatkan startup teknologi akuakultur asal Indonesia, eFishery.
Lembaga tersebut tercatat menanamkan investasi sebesar 47,7 juta dollar AS atau sekitar 194,35 juta ringgit Malaysia (RM) dalam putaran pendanaan Seri D perusahaan pada 2023.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyebut kasus tersebut sebagai dugaan penipuan yang telah dirancang sejak awal (premeditated fraud).Sebab, manajemen eFishery diduga memanipulasi laporan keuangan perusahaan sehingga menyesatkan para investor, termasuk KWAP.
"Keputusan tersebut telah melalui proses evaluasi dan tata kelola, berdasarkan informasi yang tersedia pada saat itu, yang mencakup verifikasi laporan keuangan oleh auditor bersertifikat yang diakui secara internasional," ujarnya dalam jawaban tertulis kepada parlemen Malaysia, dikutip dari The Edge Malaysia, Sabtu (18/7/2026).
Baca juga: eFishery, Pertamax, dan Mimpi Buruk Tata Kelola yang Terus Berulang










