KEBUMEN, KOMPAS.com – Kasus perselisihan antarkelompok pemuda di Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu ( 11/7/2026 ) dini hari berbuntut panjang.
Pihak Satreskrim Polres Kebumen kini berhasil mengungkap sejumlah fakta mengejutkan di balik peristiwa anarkis tersebut.Insiden yang semula direncanakan sebagai ajang pertemuan damai itu justru pecah menjadi rentetan aksi premanisme yang brutal.Tidak hanya melibatkan kelompok yang bertikai, aksi kekerasan ini juga menyeret masyarakat sipil yang sama sekali tidak bersalah menjadi korban di lapangan.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, menegaskan komitmen jajarannya untuk mengusut tuntas seluruh rangkaian kasus pidana ini demi menjaga situasi kondusif di masyarakat.
"Polres Kebumen berkomitmen mengusut tuntas seluruh rangkaian peristiwa ini. Kami tidak hanya menangani pelaku yang sudah diamankan, tetapi juga terus melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang masih buron. Semua yang terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku," kata AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama pada Kamis ( 16/7/2026 ).
Berikut adalah deretan fakta krusial yang dirangkum pihak kepolisian terkait aksi pengeroyokan dan pelemparan bom molotov tersebut:






