WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) dan Iran menghadapi pilihan yang semakin terbatas untuk mengakhiri konflik di Selat Hormuz.

Kedua negara dilaporkan terjebak dalam situasi saling menunggu siapa yang akan menyerah terlebih dahulu. Padahal, batas waktu untuk kedua belah pihak kian menipis, sebagaimana dilansir Wall Street Journal, Selasa (14/7/2026).

Baca juga: Trump Bertemu PM Irak Saat Hubungan AS-Iran Memanas, Apa yang Dibahas?

Sejumlah analis menilai, kedua belah pihak telah menyimpulkan bahwa jalan terbaik saat ini adalah melanjutkan konflik dalam skala rendah sembari menguji ketahanan lawan.

"Ini benar-benar tentang ketahanan sekarang," kata Hamidreza Azizi, seorang peneliti tamu spesialis Iran di German Institute for International and Security Affairs.