WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Penyerang tim nasional Amerika Serikat (AS), Folarin Balogun, mengakui bahwa keputusan Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menangguhkan hukuman kartu merah yang diterimanya sebelum laga 16 besar Piala Dunia memberikan tekanan besar kepada tim.
Menurutnya, kontroversi yang muncul membuat rekan-rekannya menjadi gugup dan sulit tetap fokus menghadapi pertandingan.Diketahui, Balogun sebelumnya menerima kartu merah langsung saat AS menghadapi Bosnia-Herzegovina pada babak 32 besar.
Baca juga: Meski FIFA Cabut Kartu Merah Balogun, AS Tetap Tersingkir dari Piala Dunia
Namun, Komite Disiplin FIFA kemudian memutuskan menangguhkan larangan bermain satu pertandingan selama setahun, sehingga striker AS Monaco itu tetap bisa tampil saat menghadapi Belgia di babak 16 besar.
Keputusan tersebut memicu perdebatan luas, terlebih setelah Presiden AS Donald Trump mengaku telah melakukan intervensi pribadi terhadap FIFA demi membantu Balogun dan tim tuan rumah di Piala Dunia.













