KEPUTUSAN Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mencabut kartu merah penyerang Amerika Serikat (AS), Folarin Balogun, memicu kontroversi besar menjelang laga babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Langkah mengejutkan ini terjadi setelah adanya lobi langsung dari Presiden AS Donald Trump, yang membuat publik dunia menilai bahwa sepak bola seharusnya steril dari kepentingan kekuasaan maupun politik.Melansir pemberitaan AFP, terungkap bahwa Trump melakukan panggilan telepon pribadi secara langsung dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Tidak hanya Trump, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga secara terbuka mendesak kartu merah striker tersubur USMNT tersebut dibatalkan.
Meski FIFA menyatakan keputusan diambil melalui prosedur internal dan bukan karena tekanan politik, intervensi seorang kepala negara memicu kritik luas mengenai independensi tata kelola sepak bola yang sudah tak steril lagi terhadap tekanan politik.
Sepak bola selama puluhan tahun dibangun di atas satu prinsip sederhana: tidak ada seorang pun yang lebih besar daripada permainan itu sendiri.













