WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Keputusan Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) mencabut skorsing penyerang Amerika Serikat (AS), Folarin Balogun, menjelang laga babak 16 besar Piala Dunia melawan Belgia memicu kecaman dari berbagai pihak.

Dilansir The Telegraph, Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA), Federasi Sepak Bola Jerman, Federasi Sepak Bola Belgia, hingga sejumlah tokoh sepak bola menilai keputusan tersebut berpotensi merusak integritas kompetisi.Balogun sebelumnya dijatuhi kartu merah saat AS mengalahkan Bosnia dan Herzegovina 2-0 di babak 32 besar.

Baca juga: Trump Girang FIFA Cabut Kartu Merah Balogun di Piala Dunia, Ucapkan Terima Kasih

Berdasarkan regulasi FIFA, kartu merah langsung otomatis disertai hukuman larangan bermain satu pertandingan.

Namun, FIFA pada Minggu (5/7/2026) menangguhkan kartu merah tersebut selama satu tahun sehingga Balogun tetap bisa tampil menghadapi Belgia setelah muncul laporan bahwa Presiden AS Donald Trump menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meminta hukuman striker AS tersebut ditinjau ulang.