POLEMIK komisaris BUMN bukan semata-mata soal siapa memperoleh jabatan. Yang sedang dipertaruhkan ialah kepercayaan bahwa usaha, kecakapan, dan integritas masih memiliki arti di republik ini.

Di ruang kuliah, saya masih meminta mahasiswa percaya pada kerja keras seperti belajar, membangun kompetensi, dan menjaga integritas.

Namun, setiap kali kursi komisaris BUMN diisi melalui proses yang alasan dan pembandingnya tak dapat dilihat publik, nasihat itu terasa rapuh.Apa gunanya anak muda mengumpulkan kompetensi jika negara mengajari bahwa akses dapat mengalahkan kapasitas?

Pada Maret 2025, Presiden Prabowo Subianto meminta komisaris bank BUMN diringkas dan diisi oleh kalangan profesional.

Pertengahan 2026, sejumlah penunjukan pada anak usaha BUMN justru dipersoalkan karena kecocokan pengalaman kandidat dengan bidang perusahaan dianggap tidak terang.