KOMPAS.com - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, buka-bukaan soal sulitnya melakukan restrukturisasi sejumlah BUMN Karya.
Diketahui, kondisi keuangan sejumlah BUMN karya tengah berdarah-darah. Selain terus merugi, perusahaan konstruksi pelat juga menanggung beban utang yang besar.Disampaikan Dony, prinsip kehati-hatian menjadi prioritas utamanya dalam upaya penyehatan BUMN karya saat ini.“Tapi kalau kita mau instan tanpa memikirkan dampaknya terhadap orang-orang yang terdampak, itu kan gampang saja. Kita bisa merger-kan, kita pailitkan, dan sebagainya," jelas Dony di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis (20/8/2026).
Diungkapkannya, merger hingga mempailitkan perusahaan bisa berdampak pada ekosistem bisnis BUMN karya, sehingga bisa menimbulkan efek domino.
"Tapi kami memikirkan juga dampaknya apa untuk ekosistem yang lainnya. Jadi memang hati-hati sekali,” ujar Dony.
Anak Usaha Juga Bermasalah






