BANDUNG, KOMPAS.com - Operasional Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Ranca Mulya 2, Kabupaten Bandung, terpaksa dihentikan sementara waktu pasca-meninggalnya Kepala SPPG, SS (26).

Penghentian ini berdampak langsung pada ribuan anak sekolah dan balita penerima manfaat serta puluhan pekerja dapur yang kini terpaksa dirumahkan untuk sementara waktu.Mitra Dapur SPPG Ranca Mulya 2, Fajri, mengungkapkan bahwa keputusan untuk menonaktifkan sementara aktivitas dapur tersebut merupakan arahan langsung dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan Komite Pelayanan Program Gizi (KPPG).

Hal ini karena seluruh sistem persetujuan anggaran dan akses pencairan dana berada di bawah kendali penuh mendiang SS selaku Kepala SPPG.

"Kebetulan kemarin ada dari BGN langsung, dari KPPG langsung ke sini, ya kami dianjurkan buat off dulu sementara karena ya mungkin kepala SPPG-nya juga belum ada, jadi nunggu kepala SPPG pengganti dulu," ujar Fajri saat memberikan keterangan, Senin (13/7/2026).

Baca juga: PHK dan Banjir Berdampak ke Sekolah di Bandung, Murid Baru SD Ini Terus Menyusut