TASIKMALAYA, KOMPAS.com – Kehidupan A (28), eks narapidana terorisme (napiter) asal Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, sempat berjalan seperti warga pada umumnya.

Setelah menyatakan ikrar setia kepada NKRI, ia memilih mencari nafkah dengan berjualan es teh di kawasan Dadaha.Namun, Sabtu (11/7/2026) malam, A kembali menjadi sorotan.

Polisi menduga ia merakit lalu meledakkan bom rakitan berintensitas rendah setelah terlibat perselisihan dengan sesama pedagang kaki lima di dekat lapak dagangannya.

Baca juga: Eks Napi Teroris di Tasikmalaya Ledakkan Gerobak, Usai Berkelahi Sesama Pedagang

Peristiwa itu kini masih diselidiki tim gabungan Brimob Polda Jawa Barat dan Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota untuk mengungkap motif maupun rangkaian kejadian.