ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan, memberikan hadiah yang tak lazim kepada para pemimpin negara anggota NATO usai menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara pada 7-9 Juli 2026.
Menurut laporan The Telegraph, seluruh pemimpin yang menghadiri pertemuan tersebut menerima sebuah pistol revolver berukir nama masing-masing, disertai sekotak peluru tajam.Selain itu, Erdogan juga menyertakan surat resmi yang membebaskan senjata tersebut dari aturan pembatasan ekspor Turkiye sehingga para penerima dapat membawanya keluar dari negara itu.
Baca juga: Trump Susun Serangan Baru ke Iran Saat KTT NATO, Sambil Makan Malam
Meski demikian, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan bahwa dirinya tidak dapat membawa pulang hadiah tersebut.
Menurutnya, revolver itu harus dinonaktifkan terlebih dahulu dan ditinggalkan di Ankara karena secara hukum tidak dapat dibawa kembali ke Inggris menggunakan pesawat pemerintah.











