KOMPAS.com - Keputusan VAR menganulir gol kedua Timnas Mesir saat menghadapi Timnas Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7/2026) tengah malam WIB, memicu perdebatan.

Mantan wasit Liga Premier Inggris, Graham Scott, menilai keputusan tersebut keliru dan tidak semestinya diambil.Dalam analisisnya untuk The Athletic, Scott menjelaskan gol Mostafa Ziko pada menit ke-67 seharusnya tetap disahkan karena pelanggaran yang menjadi dasar tinjauan VAR tidak memenuhi ambang batas untuk membatalkan sebuah gol.

Baca juga: Mesir Murka soal Kepemimpinan Wasit, Sebut Piala Dunia Dipersembahkan untuk Argentina

Menurut Scott, insiden bermula ketika Attia merebut bola dari bek Argentina, Lisandro Martinez, pada fase awal serangan Mesir.

Wasit lapangan awalnya membiarkan permainan berlanjut hingga Ziko mencetak gol yang sempat membawa Mesir unggul.Namun, setelah menerima rekomendasi dari Video Assistant Referee (VAR), wasit Francois Letexier meninjau ulang tayangan di monitor dan akhirnya membatalkan gol tersebut karena menilai Attia melakukan pelanggaran terhadap Martinez.