KOMPAS.com - Presiden LaLiga, Javier Tebas, melontarkan kritik tajam mengenai "keheningan yang bersifat bersekongkol" di tubuh badan sepak bola dunia.
Hal ini menyusul keputusan kontroversial yang meloloskan penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, dari sanksi larangan bertanding pada ajang Piala Dunia 2026.Kekecewaan pimpinan tertinggi LaLiga tersebut bermula ketika komite disiplin FIFA memutuskan untuk menangguhkan hukuman larangan bermain satu pertandingan bagi Balogun selama kurun waktu 12 bulan.
Penangguhan sanksi tersebut membuat sang pemain tetap bisa merumput saat negaranya menelan kekalahan telak 1-4 dari Belgia pada babak 16 besar.
UEFA, yang sebelumnya kerap berselisih paham dengan pihak federasi global terkait berbagai isu, langsung mengecam langkah tersebut pada hari Senin.
Baca juga: Kartu Merah Balogun dan Independensi FIFA










