Jakarta -
Prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei masih berlangsung. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku kaget banyaknya orang yang hadir hingga menyebut 'air mata palsu'.Proses pemakaman Ali Khamenei berlangsung sejak Sabtu 4 Juli kemarin. Jenazah Khamenei disemayamkan siang dan malam hingga Senin di dalam kompleks Grand Mosalla.
Masyarakat umum diberi kesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir dalam "seremoni perpisahan". Hari libur diberlakukan selama seremoni pemakaman Khamenei berlangsung. Otoritas Iran memerintahkan kantor-kantor pemerintah dan swasta di area Teheran untuk libur mulai Sabtu (4/7) hingga Senin (6/7).Setelah seremoni tuntas digelar di Teheran, jenazah Khamenei akan dibawa ke kota-kota suci Syiah di Irak, seperti Najaf dan Karbala, sebelum akhirnya dimakamkan pada 9 Juli mendatang di kompleks Makam Imam Reza di kota Mashhad, yang merupakan tempat kelahiran almarhum.
Kagetnya Trump Sampai Bilang 'Air Mata Palsu'Trump mengaku 'kaget' dengan begitu banyaknya orang yang hadir di pemakaman Ali Khamenei. Dia mengira mendiang pemimpin revolusi Islam tersebut sangat tidak populer."Saya terkejut. Saya pikir orang-orang membencinya," kata Trump kepada media Axios, dilansir Times Now World, Senin (6/7). Dia kemudian menambahkan, "Mungkin itu air mata palsu," ujarnya mengenai para pelayat yang terlihat menangis selama upacara pemakaman.Trump juga mengklaim Iran sangat ingin melanjutkan negosiasi. "Mereka memohon untuk membuat kesepakatan," katanya.Dia menambahkan bahwa kedua belah pihak sepakat untuk menunda pembicaraan hingga prosesi pemakaman Khamenei selesai. Trump mengatakan, "Mereka semua ada di sana. Satu tembakan [dan kita bisa menyingkirkan mereka semua], tetapi kita tidak akan melakukan itu karena kemudian kita tidak akan punya siapa pun untuk diajak bernegosiasi."Trump menyebut tidak ada pihak yang akan melancarkan serangan selama prosesi pemakaman Khamenei.















