Jakarta - Pemerintah akan menangani sebanyak 136 titik perlintasan sebidang kereta api hingga 2044. Penanganan tersebut akan dilakukan secara bertahap.Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum (PU) Bidang Hubungan Antar Lembaga, Triono Junoasmono, mengatakan secara nasional telah diidentifikasi 136 titik perlintasan sebidang pada jalan nasional dengan total kebutuhan anggaran mencapai Rp 30,16 triliun. Penanganan ini akan dilakukan dalam empat tahap hingga tahun 2044. Pada tahap I mencakup 39 titik dengan skema pinjaman luar negeri yang akan dikerjakan pada 2025-2020.Di Provinsi Jawa Barat, terdapat 42 simpang sebidang dengan rincian 14 jalan nasional dan 28 jalan provinsi yang menjadi perhatian. Triono mengatakan ada 3 titik yang akan segera dikerjakan, yaitu Rajapolah di Tasikmalaya, Bulak Kapal di Bekasi dan Slamet Riyadi di Cirebon.
"Kementerian Pekerjaan Umum melaksanakan program ini secara bertahap. Untuk Green Book 2026, proyek super prioritas di Prov. Jawa Barat salah satunya adalah Flyover Slamet Riyadi di Cirebon dengan estimasi biaya Rp180,7 miliar," ujar Triono dalam keterangannya, dikutip Minggu (5/7/2026).Ia juga menambahkan penanganan titik kritis lain seperti Flyover Bulak Kapal di Bekasi saat ini tengah diusulkan melalui skema dana Inpres Jalan Daerah (IJD) atau Bantuan Presiden guna mempercepat eksekusi tanpa menunggu anggaran reguler.Dalam penanganan perlintasan sebidang, Kementerian Pekerjaan Umum mengacu pada urutan skala prioritas dari Kementerian Perhubungan untuk menentukan urgensi pembangunan infrastruktur permanen tersebut.Sementara itu, Direktur Keselamatan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Jumardi, mengatakan fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan pada koridor dengan frekuensi kereta yang sangat tinggi.Di Kota Cimahi, Kementerian Perhubungan saat ini tengah membangun Flyover dan JPO Pusdikpom dengan nilai kontrak sebesar Rp 79,19 miliar melalui skema Multi Years Contract (MYC)."Pembangunan ini sangat mendesak untuk mendukung kelancaran perjalanan kereta api, terutama Feeder Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) dan kereta lokal yang melintas di jalur Padalarang-Bandung," kata Jumardi.Ia juga menjelaskan bahwa pembangunan flyover adalah solusi permanen untuk menghilangkan persimpangan sebidang. Sementara untuk pengamanan jangka pendek, Kementerian Perhubungan tetap mengalokasikan anggaran penjagaan pelintasan melalui skema aset negara.







