Jakarta - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menanggapi terkait lokasi pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dinilai jauh dari pemukiman warga dan tidak strategis. Hal tersebut menjadi sorotan di media sosial.Menanggapi itu, Ferry mengatakan jumlah titik yang disorot sangat kecil dibandingkan dengan total pembangunan Kopdeskel Merah Putih yang sedang berjalan di Indonesia. Ia telah mengecek sendiri bahwa keluhan terkait lokasi yang kurang strategis tersebut jumlahnya tidak sampai sepuluh titik."Jumlahnya saya sudah hitung, coba bisa disebutin nggak? Kurang dari 10 dari yang sering kita baca di sosial media," ujar Ferry saat konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (2/7/2026).

Ia menargetkan sekitar 30 ribu Kopdeskel Merah Putih telah selesai pembangunan fisik gudang, gerai, dan alat perlengkapannya pada Agustus mendatang. Dari total tersebut, 14 ribu Kopdes saat ini rampung dibangun dan sekitar 23 ribu Kopdes sedang dibangun."Dari 30 ribu yang bulan Agustus pembangunan fisik gudang gerai dan alat perlengkapannya sudah dibangun, 10 (titik) yang dalam kondisi yang tidak ideal. Menurut saya tidak bisa dikatakan, itu kan sedikit presentasenya," tambah Ferry.Ferry menjelaskan penentuan lokasi pembangunan Kopdes Merah Putih tidak ditentukan secara sepihak oleh pemerintah pusat. Pemilihan titik lokasi, kata dia, telah melalui proses musyawarah panjang yang melibatkan masyarakat desa dan kepala desa setempat.Kendati demikian, ia memastikan akan melakukan proses verifikasi dan validasi lapangan untuk mengecek kondisi riil di lokasi yang dipermasalahkan."Dan tetapi penentuan lokasi itu sudah dimusyawarahkan oleh masyarakat desa dan kepala desa jadi kita akan pikirkan kita akan carikan solusinya sekiranya memang itu dianggap kurang," jelasnya.Terkait apakah lokasi tersebut akan direlokasi, Ferry menyatakan pihaknya harus melalui proses verifikasi dan evaluasi terlebih dahulu. Proses tersebut akan melibatkan pemerintah daerah serta masyarakat."Nanti kita pikirin, kita carikan solusinya, tapi itu kan ada proses verifikasi, validasi melibatkan pemerintahan, lembaga yang lain juga. Untuk itu, kita akan kembalikan bermusyawarah dengan masyarakat desa dan kepala desanya juga iya tentu," beber ia.Sebagai informasi, di media sosial X, unggahan video menunjukkan lokasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih berdiri di tengah hutan. Dalam unggahan tersebut, bangunan Kopdeskel Merah Putih berdiri di tengah lahan yang jauh dari akses jalan. Hal tersebut lantas menjadi sorotan."Ini gimana sih bikin koperasi kok di tengah hutan? Terus yang belanja siapa? Pak presiden itu tau apa enggak ya, kalau banyak Koperasi Merah putih yang lokasi nya aneh aneh, ada yang di atas bukit, ada yang di depan kuburan, ada yang di tepi jurang," tulis akun @liaa*****.Unggahan video lain menunjukkan bangunan Kopdeskel Merah Putih berdiri di atas bukit. Koperasi tersebut berada di Desa Kediten, Kabupaten Kendal. Dalam narasi unggahan di video itu, koperasi tersebut dikenal sebagai yang tertinggi di Kabupaten Kendal."Karena berada di kawasan tertinggi dengan view Gunung Prau dan panorama alam yang luar biasa indah," ujar di narasi tersebut.Hal tersebut juga menjadi sorotan di media sosial. "Koperasi Desa Merah Putih 'tertinggi' di Jawa Tengah. Izin, ini target pasarnya siapa ya? Wisatawan kah? Agak kurang nalar sih menurut gw," cuit @Mis******.