Jakarta - Presiden Prabowo Subianto siang ini menerima kunjungan Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko. Dalam pertemuan ini kedua pemimpin akan meluncurkan suatu peta jalan baru kerja sama bilateral antara Indonesia dan Belarusia.Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan fokus pemerintah adalah mengajak Belarusia kerja sama di sektor energi dan pertanian. Misalnya saja kerja sama pemenuhan bahan baku pembuatan pupuk dari Belarusia."Kepentingan kita yang utama, karena ini juga sesuai dengan program Bapak Presiden terutama di bidang ketahanan pangan dan ketahanan energi, kerja sama yang lebih intensif di bidang ini juga akan dimantapkan. Beberapa produk pertanian dan khususnya bahan baku pupuk juga akan dikerjasamakan antara Belarus dan Indonesia," ujar Sugiono sebelum pertemuan bilateral Prabowo-Lukashenko di Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026).

Dia melanjutkan pertemuan bisnis telah dilakukan di Jakarta antara pengusaha Indonesia dan Belarusia. Dia mendapatkan laporan hasil pertemuan itu menghasilkan komitmen kerja sama senilai US$ 500 juta."Kalau saya tidak salah laporannya itu US$500 juta. Dan saya kira ini juga kedua presiden sepakat bahwa angka-angka yang ada, baik di bidang perdagangan maupun investasi, merupakan angka-angka yang perlu peningkatan untuk kemajuan kedua negara," lanjut Sugiono.Tahun lalu, Prabowo sempat menggelar pertemuan dengan Lukashenko di kediaman pribadi Lukashenko. Tepatnya di kawasan Ozyorny yang terletak di luar ibu kota Minsk pada Selasa 15 Juli 2025.Ketika tiba di Indonesia, Prabowo menjelaskan bahwa kunjungan singkat ke Belarusia membahas hal penting terkait kebutuhan strategis masing-masing negara. Salah satunya adalah terkait potensi peningkatan kerja sama dalam sektor perdagangan komoditas dan pemenuhan kebutuhan pupuk."Belarus butuh banyak komoditas dari kita dan kita juga membahas sama mereka karena kita butuh untuk pupuk, potas, dan sebagainya," ujar Prabowo kepada wartawan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.