MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menambah jumlah personel yang bertugas melindungi dirinya setelah khawatir terhadap ancaman pembunuhan dan kudeta.
Berdasarkan rancangan dekret yang mulai berlaku pada Rabu (1/7/2026), seperti dilansir The Telegraph, jumlah petugas di kantor pusat Federal Protective Service (FSO) yang bertanggung jawab langsung atas keamanan Putin akan bertambah dari 785 menjadi 812 orang.Langkah tersebut menjadi yang keempat kalinya dilakukan Putin sejak melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina.
Baca juga: Terobsesi Umur Panjang, Putin Danai Proyek Anti Penuaan Rp 463 T
Jumlah personel FSO ditambah
FSO merupakan lembaga yang bertugas melindungi pejabat tertinggi pemerintah Rusia, terutama presiden, dan juga keluarga presiden serta lingkaran pejabat senior seperti perdana menteri.











