TEHERAN, KOMPAS.com - Televisi pemerintah Iran, IRINN, pada Selasa (30/6/2026) malam, mendadak menghentikan penayangan wawancara Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf yang menjadi negosiator utama dalam kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS).

Wawancara yang telah direkam sebelumnya itu tiba-tiba terhenti saat Ghalibaf sedang menjelaskan perkembangan pelaksanaan kesepakatan dengan AS."12 miliar dollar AS (Rp 215 triliun)—ya, mereka bisa melakukannya dan prosesnya sedang berlangsung," kata Ghalibaf sebelum layar televisi mendadak menghitam dan beralih menayangkan pidato lama Ayatollah Ali Khamenei.

Baca juga: Terungkap, Internal Iran Terbelah gegara Ucapan Mojtaba Khamenei

Pusat Media Parlemen Iran menyatakan bahwa rekaman wawancara telah diserahkan kepada stasiun televisi pemerintah lebih dari dua jam sebelum jadwal penayangan sesuai arahan pemimpin tertinggi untuk menindaklanjuti nota kesepahaman atau Memorandum Islamabad.

Menurut parlemen, seperti dilansir The Telegraph, bagian yang dipotong mencakup sejumlah isu sensitif, mulai dari kemungkinan inspeksi internasional terhadap fasilitas nuklir Iran, mekanisme pencairan aset Iran yang dibekukan, rincian dana rekonstruksi pascaperang senilai 300 miliar dollar AS (Rp 5.396 triliun), hingga tanggapan Ghalibaf terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump.