PARIS, KOMPAS.com - Pemerintah Perancis resmi meluncurkan program fasilitas cuti berbayar terbaru yang menyasar kalangan ibu dan ayah.
Dikutip dari AFP, Rabu (1/7/2026), kebijakan ini digulirkan sebagai bagian dari langkah strategis Presiden Emmanuel Macron untuk menggenjot angka kelahiran nasional yang terus mengalami kelesuan.Pada 2024, Macron sempat mengumumkan rencana untuk memerangi isu infertilitas (kemandulan) sekaligus menahan laju penurunan angka kelahiran.
Kala itu, ia mengeklaim bahwa program stimulus tersebut akan membuka jalan yang kokoh menuju misi "persenjataan ulang demografis" di Perancis.
Baca juga: Jilat Sedotan, Remaja Perancis Terancam Penjara di Singapura
Saat itu, ia mengeklaim program tersebut membantu membuka jalan menuju "persenjataan ulang demografis" Perancis.












