MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia menghadapi krisis bahan bakar (BBM) yang semakin parah akibat serangan drone Ukraina terhadap kilang-kilang minyak Moskwa.
Kondisi ini memaksa negara yang selama ini dikenal sebagai salah satu produsen minyak terbesar di dunia itu harus mengimpor BBM untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade.Dilansir The Wall Street Journal, Selasa (30/6/2026), selama beberapa tahun terakhir, Ukraina terus menargetkan fasilitas energi Rusia. Namun, peningkatan jumlah dan daya hancur drone serta rudal yang digunakan Kyiv membuat dampaknya jauh lebih besar dibanding sebelumnya.
Baca juga: Terus Dihantam Ukraina, Putin Akhirnya Akui Rusia Krisis Energi
Serangan ini mampu menjangkau kilang-kilang minyak yang berada sangat jauh dari garis depan, termasuk di Tyumen, Siberia, sekitar 1.900 kilometer dari medan perang. Titik balik krisis terjadi setelah serangan pada 18 Juni yang menghancurkan kilang utama Moskwa meski dilindungi sistem pertahanan udara berlapis.
Menurut Sergey Vakulenko, mantan kepala strategi Gazprom Neft yang kini menjadi peneliti senior di Carnegie Russia Eurasia Center, sekitar 28 persen kapasitas pengolahan minyak Rusia tidak beroperasi hingga 20 Juni.















