KUPANG, KOMPAS.com – Kepergian dokter muda, dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disapa dr. Icha, menyisakan duka mendalam sekaligus sorotan tajam bagi dunia kedokteran tanah air. Sebelum mengembuskan napas terakhir, dokter yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit (RS) Leona Kefamenanu ini sempat mencurahkan beban psikologisnya yang amat berat.
Dugaan intimidasi dan tekanan mental dari oknum anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pasca-penanganan pasien gigitan ular berbisa, disebut-sebut meruntuhkan rasa percaya diri dr. Icha hingga ia merasa menjadi "dokter bodoh".Baca juga: Ancaman Izin Praktik Dicabut, Ini Bentuk Intimidasi Oknum DPRD TTU ke dr Icha Sebelum Bunuh Diri
Pilu dr Icha: Saya Merasa sebagai Seorang Dokter yang Bodoh
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Pauyulia Afira, mengungkapkan momen pertemuan terakhirnya dengan dr. Icha pada 23 Juni 2026. Dalam pertemuan tersebut, dr. Icha menceritakan bagaimana kata-kata kasar dan intimidasi yang ia terima terus menusuk batinnya.
"Terakhir saya bertemu dengan dokter Icha pada tanggal 23 Juni 2026. Saat itu beliau menyampaikan kepada saya, 'Mama, saya belajar untuk pulih. Tetapi setiap kali saya mengingat kata-kata yang menusuk hati saya, saya merasa sebagai seorang dokter yang bodoh'," ujar Pauyulia saat memberikan sambutan usai ibadah pemakaman dr. Icha di perumahan RSS Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Senin (29/6/2026).










