AMSTERDAM, KOMPAS.com – Permintaan maaf yang disampaikan pemerintah Belanda kepada komunitas Maluku di negara itu menuai beragam tanggapan.
Sebagian menyambut baik pengakuan tersebut, tetapi sebagian lainnya menilai permintaan maaf itu datang terlalu terlambat dan tidak cukup jika tidak disertai langkah konkret.Mereka mendesak pemerintah Belanda mengambil tindakan nyata, termasuk pemulihan hak bagi mantan Tentara Kerajaan Hindia Belanda (Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger/KNIL) hingga pelestarian sejarah komunitas Maluku di Belanda.
Baca juga: Belanda Minta Maaf ke Tentara Maluku setelah Kemerdekaan RI
Permintaan maaf pemerintah Belanda
AFP/NICOLAS TUCAT Perdana Menteri Belanda Rob Jetten menyampaikan permintaan maaf resmi kepada sekitar 75.000 anggota komunitas Maluku di Belanda atas perlakuan sistematis negara terhadap generasi pertama warga Maluku yang tiba di Eropa sekitar 75 tahun lalu.






