WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (24/6/2026) meminta Kongres menyetujui tambahan anggaran 87,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.574 triliun yang sebagian besar akan digunakan untuk menutup biaya perang Iran.

Permintaan dana itu mencakup puluhan miliar dollar untuk Departemen Pertahanan AS (Pentagon), dana untuk petani Amerika, penanganan wabah Ebola di Afrika Tengah, dan sejumlah proyek infrastruktur domestik.Proposal tersebut diajukan sehari setelah Kongres meloloskan resolusi yang bersifat simbolis agar Trump mengakhiri permusuhan AS dengan Iran kecuali tindakan militer mendapat otorisasi resmi dari anggota parlemen.

Baca juga: AS Belum Mau Akui Terlibat Serangan ke Sekolah di Iran, Trump Sebut Tak Ada Bukti

Permintaan dana itu juga muncul ketika pemerintahan Trump berupaya mengubah kesepakatan awal dengan Iran menjadi penyelesaian final setelah berbulan-bulan perang yang mengguncang pasar energi global, mendorong kenaikan harga, dan memunculkan perpecahan di internal Partai Republik.

Direktur Anggaran Gedung Putih, Russell Vought, menyampaikan permintaan tersebut melalui surat kepada Ketua DPR AS, Mike Johnson. Dalam surat itu, ia mendesak Kongres segera menyetujui apa yang disebutnya sebagai kebutuhan yang "penting dan mendesak".