TEHERAN, KOMPAS.com - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei menegaskan, inspektur badan pengawas nuklir PBB tidak akan diberikan akses ke situs-situs nuklir utama negaranya yang dibom selama perang dengan Israel dan Amerika Serikat tahun lalu.

"Kami belum mengadakan pertemuan dengan direktur jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA)," ujarnya, dikutip dari AFP, Selasa (23/6/2026)."Kami juga tidak memiliki rencana agar badan tersebut memeriksa fasilitas nuklir Iran yang rusak akibat agresi militer AS dan Zionis," sambungnya.

Baca juga: Negosiasi Putaran Pertama AS-Iran di Swiss Rampung, Ini Isi Kesepakatannya

Sebelumnya, Wakil Presiden AS JD Vance pada Senin (22/6/2026) mengatakan, Iran akan mengizinkan inspektur nuklir PBB untuk kembali dan menyebutnya sebagai tonggak penting.

Vance mengeklaim, hal itu merupakan langkah pertama dalam program denuklirisasi permanen Iran.