Jakarta - Kepala badan pengawas nuklir PBB memastikan bahwa inspeksi di situs-situs nuklir Iran "akan dilakukan". Namun, dia tidak memberikan jadwal spesifik.Hal ini disampaikan pada hari Rabu (24/6) setelah Teheran dan Washington menandatangani kesepakatan awal yang bertujuan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Dalam kesepakatan itu disebutkan tentang keterlibatan badan nuklir PBB, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dalam langkah selanjutnya terhadap program nuklir Iran.Kepala IAEA, Rafael Grossi mengatakan kepada wartawan bahwa perjanjian tersebut "secara eksplisit" menyatakan "aktivitas nuklir yang akan dilakukan terkait dengan fasilitas material nuklir, akan diawasi oleh IAEA".
"Jelas, untuk melakukan itu, kita harus melakukan inspeksi," kata Grossi dalam kunjungannya ke Jepang, dilansir kantor berita AFP, Rabu (24/6/2026). Tanggal dan lokasi inspeksi saat ini sedang dibahas, dengan keputusan akan segera dibuat "dalam kolaborasi dan kerja sama dengan pemerintah Iran," ujarnya."Apakah ini terjadi hari ini, lusa, atau dalam satu minggu atau dalam 10 hari, itu penting tetapi tidak esensial. Ini akan terjadi," imbuhnya.Sebelumnya, otoritas Iran mengatakan pada hari Selasa (23/6), bahwa badan pengawas nuklir PBB tidak akan diizinkan untuk menginspeksi situs-situs nuklir yang dibombardir oleh Amerika Serikat dan Israel tahun lalu. Iran menolak klaim Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance bahwa Teheran telah setuju untuk mengizinkan inspektur nuklir PBB kembali masuk.Namun, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa Iran telah "sepenuhnya dan secara menyeluruh setuju" untuk mengizinkan inspektur nuklir kembali ke negara itu.Simak juga Video Iran Beberkan Draft Damai dengan AS: Isu Nuklir hingga Selat Hormuz












