BEIJING, KOMPAS.com - Masa depan harga minyak dunia kini tampaknya tidak hanya ditentukan oleh negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran soal pembukaan kembali Selat Hormuz.

Kini harga minyak dunia juga akan ditentukan oleh satu negara yang sama sekali tidak duduk di meja perundingan: China, sebagaimana dilansir CNN, Selasa (23/6/2026)Sebagai konsumen minyak mentah terbesar kedua di dunia, China telah mempersiapkan dan mengambil berbagai langkah untuk menjaga ketahanan energinya ketika perang meletus. Dan persiapannya tersebut kini terbukti ampuh.

Baca juga: AS Resmi Cabut Sanksi Minyak Iran, Selat Hormuz Dibuka Total

Perang antara AS dengan Iran telah memutus akses ke lebih dari 11 juta barel minyak per hari dari Timur Tengah karena diblokadenya Selat Hormuz. Harga minyak sempat melambung ke 100 dollar AS per barrel.

Dengan menekan impor, memanfaatkan cadangan minyak dalam jumlah besar, serta mendorong penggunaan energi bersih, China berhasil meredam dampak kenaikan harga di dalam negeri.